Jurnal Home Schooling Kakang

Selasa, 16 Desember 2008 07:07:02 - oleh : admin

Jurnal Home Schooling Kakang

 

 

kakang

 

Aku...

Priya Qolbu Dhiya’an Amar

Kakang...panggilanku. Lahir di

Bandung 4 April 2003. Mulai

belajar di rumah sejak aku

bukan lagi anak TK, Juli 2008...

aku sudah jadi anak SD lho...

 

 

 

 

Bekal Home Schooling ala Bunda untuk Kakang

I. Bunda Mengenal Kakang

1. Karakter/sifat/watak

2. Gaya belajar

3. Daya Serap terhadap Pembelajaran

4. Kecenderungan Berfikir

5. Multiple Intelligensi

II. Kurikulum

1. Silabus SDIT Anak Langit

2. Kurikulum Minat Kakang

3. Kurikulum Spontan / Reaksi

III. Fasilitas Pendukung

1. KBM Harian Pra Sekolag Anak Langit BIR

2. Buku

3. Informasi Internet & Komunitas Home Schooling

4. Seminar & Parenting class

-------------------------------------------------------------------------

I. Bunda Mengenal Kakang

kakang2Bunda memberiku arti kata wisuda untuk pertama kalinya ketika aku pertama kali melihat dan memakai Toga plus baju longgar mirip gamis ayah... aku di foto dan cklik... aku tersenyum bahagia karena pak Wasmin bilang : “selamat ya, sekarang Kakang jadi anak SD...” Puih...ajaib ya...hanya pakai Toga, baju longgar dan map biru bertuliskan ‘Ijazah’..aku bisa jadi anak SD !

1. Karakter

Kakang termasuk anak yang kooperatif, aktif, ceria, cerewet dan hampir selalu ingin menjadi leader dalam suatu kelompok. Dia bisa mengajak orang lain untuk mengikuti permainan yang dia inginkan. Permainannya pun kreatif, inovatif dan nyaris orisinil. Tetapi dibalik keriangannya Kakang sangat sensitif pada konflik yang melibatkan hati dan emosi, kakang mudah menaruh empati pada perubahan tingkah laku orang lain. Kakang suka akan mengakuan dan komitmen orang lain terhadap dirinya. Energinya yang seolah tak pernah habis ini sangat suka kegiatan yang bergerak diruang terbuka...Bela Diri lah yang jadi pilihan Kakang di Unit PAS Salman ITB. Si lincah yang romantis..! (begitulah Bunda menyapanya)

2. Gaya Belajar

Dengan Bunda mengenal karakter Kakang, kecenderungan gaya belajarnya adalah Kinestetik dan Visual atau melalui gerakan dan gambar. Contoh: untuk mengajarkan pemahaman + dan - dalam logika matematika; 2 + 3 dengan cara membuat tangga angka di lantai, lalu Kakang melompat 3 langkah kedepan di mulai dari angka 2 maka dia akan tahu, paham dan ingat, jawabannya adalah 5 dst. Dan bila pengurangan dia harus mundur sesuai jumlah bilangan yang ditunjukan.

3. Daya Serap Terhadap Pelajaran

Tipe Kinestetik seperti Kakang, duduk manis dikursi dalam rentang waktu yang lama seperti ‘siksaan’. Pembelajaran apapun jika dia terlalu lama mendengarkan atau membaca teks yang panjang, tidak akan maksimal untuk Kakang. Daya serap atau pemahaman Kakang lebih maksimal dan efektif jika dia ikut terlibat secara aktif atau melihat objek yang dimaksud / visualisasi. Contoh: IPA/Sains tema Hewan dan Tumbuhan; Kakang observasi langsung ke Dago Pakar, Kakang bisa langsung mengenal macam tumbuhan yang tak ada disekitar rumah, paham arti hutan, kebun atau taman. Lewat museum pengawetan binatang Dago, Kakang sangat tertarik dan dapat pengembangan apresiasinya terhadap tema. Lewat cara yang tepat, Insya Allah potensi Kakang bisa tergali.

4. Kecenderungan Berfikir

Kecenderungan berfikir Kakang adalah kemampuan Psikologis / Psychological Capability. Motivasi dan tekad yang tinggi, mempunyai kemampuan perencanaan kontruktif dan spontan. Senang dengan resiko tinggi, berjiwa pemimpin, berorentasi pada tujuan tetapi dalam proses sering impulsif. Percaya diri dan berkomitmen.

5. Multiple Intelligensi

Dari 8 MI, Kakang cenderung menonjol di Kecerdasan Kinestetik, Naturalis, Visual-Spasial, Intrapersonal dan Linguistik.dengan kecenderungan seperti itu, kakang menyukai kegiatan outdoor, petualangan, membaca peta dan bercerita.

Dengan mengenal baik anak kita, kita akan lebih maksimal memberikan stimulasi dan

simulasi, sehingga potensi yang ada bisa tergali maksimal. Selalu optimis dan yakin bahwa anak kita adalah anak yang pintar dan cerdas, bila kita tahu cara yang tepat dalam mendidik, membimbing dan mengasuhnya. Kita ikhtiar dengan ilmu dan do’a...semoga ALLAH memberikan kemudahan dan jalan.

Bandung, Nov’08

* Bunda Ute *

bersambung............

footer

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Berita Terkini" Lainnya