Belajar dari Nabi Ibrahim

Senin, 15 Desember 2008 01:54:46 - oleh : admin

Dengan hati suci penuh ketulusan dan ketundukan, kita persembahkan puji dan syukur kehadirat Allah Swt. Hanya kepada-Nya semata kit a beribadah dan hanya kepada-nya semata kita memohon pertolongan.Pantang bagi kita untuk tunduk dan patuh kepada kekuatan dan kekuasaan manapun, selain hanya kepada Allah Swt. Sungguh, Maha kuasa Allah yang telah menjadikan seluruh penjuru langit dan bumi tunduk pada garis sunnatullah. Maha bijaksana Allah yang telah mengatur perputaran hidup dan kehidupan di jagat raya ini dalam bentangan waktu yang demikian teratur, tanpa cacat dan cela. Maha perkasa Allah yang telah menjadikan segala perkara, yang tadinya tiada menjadi ada tanpa merasa letih. Oi tangan-Nyalah segala kekuasaan dan kehendak-Nya.Hanya kepada Allah semata kita merasa takut dan gentar, berbakti dan mempercayakan diri kita, bukan kepada yang lainnya. Kita kibarkan panji-panji kemenangan dan bendera kejayaan dengan ungkapan takbir, tahmid, dan tahlil. alamat rasa syukur dan pengabdian kita yang tulus kepada Allah Swt.

Dalam rentak dan irama yang sama, kita kumandangkan kalimat takbir, tahmid, dan tahlil sebagai manifestasi dari program hidup yang berlandaskan pada semangat tauhid. Sebuah program yang akan mengantarkan setiap pribadi muslim akan hakikat dan makna hidup yang sesungguhnya. Oengan AI¬qur' an dan sunnah sebagai skenario yang memandu jalannya hidup, diantarkannya setiap individu muslim pada jejak langkah yang memberinya ketajaman dalam menentukan arah dan langkah yang benar untuk meraih keselamatan hid up, baik di dunia kini maupun di akhirat nanti.

Pada saat iedul Adha ini. sebagian kaum muslimin di seluruh penjuru dunia tengah berkumpul di Makkkatul Mukarramah dalam prosesi ibadah haji. Kini mereka tengah bergerak dari padang arafah, menuju mudzdhalifah dan mina untuk selanjutnya melaksanakan jumrah. Prosesi ibadah haji yang tengah mereka jalankan saat ini mengingatkan kita yang hadir disini untuk secara sadar dan benar¬benar memahami bahwa proses hidup dan kehidupan yang sejati. yang akan mengantarkan dirinya pada proses keselamatan dan kemaslahatan di dunia dan di akhirat. sesungguhnya ditandai dengan adanya kesiapan diri untuk berada dalam kisaran aturan dan pola yang ditetapkan Allah dalam AI-Gur'an maupun sunnah Rasul-nya. Inilah jalan tauhid yang memberikan arti dan makna bagaimana hidup yang tertuju hanya pada Allah, adalah hidup yang akan menemukan kebahagiaan sejati, terbebas dari segala bentuk keresahan dan kegelisahan, bahkan membebaskan dirinya dari segala bentuk ketergantungan diri kepada selain Allah. Keyakinan seperti inilah yang pada gilirannya akan membawa setiap diri manusia pada martabat yang agung lagi mulia. Kepasrahan diri ini pula yang selanjutnya diungkapkan dalam rangkaian kalimat talbiyyah ....

Aku datang memenuhi panggilan-Mu

Aku datang memenuhi panggilan-Mu

Tidak ada sekutu bagi-Mu

Sesungguhnya segala puji, kenikmatan dan kekuasaan adalah milik-Mu

Tidak ada sekutu bagi-Mu

Mereka yang telah berikrar dengan kalimat talbiyyah. adalah mereka yang secara sadar dan penuh kesungguhan mengakui bahwa hidup dan kehidupannya semata-mata dilalui hanya untuk memenuhi segala titah perintah Allah. siap diatur oleh aturan Allah, dan senantiasa merasa ada dalam pengaturan serta pengawasan Allah Swt. Inilah tipe manusia yang telah memahami apa arti dan tujuan hid up. Jika hidup hanyalah sekedar memenuhi kebutuhan perut dan syahwat maka ia tidak akan memiliki arah dalam hidupnya. T ujuan hidup hanyalah untuk hidup. Keadaan seperti ini bagaikan semangat yang mati dalam jasad yang masih hidup. Tidak mengherankan jika ia tumbuh menjadi pribadi yang membolehkan segala cara untuk memenuhi segala keinginan hawa nafsunya----tidak peduli apakah halal ataukah haram.

Para tamu undangan Allah yang saat ini tengah berkumpul di Makkatul Mukarramah. adalah mereka yang sebenarnya tengah melakukan sebuah proses tentang bagaimana hidup harus mereka jalani dalam kerangka mengikuti aturan-aturan Allah. Kesiapan mereka untuk mengikuti aturan-aturan Allah sebenarnya sudah mereka lakukan ketika mereka bersiap diri pergi dari tempat tinggalnya masing-masing. Mereka tinggalkan keluarga dan sanak saudara yang selama ini sangat mereka cintai dan mencintainya, meninggalkan gelar dan jabatan yang selama ini selalu diagung-agungkannya, bahkan meninggalkan harta kekayaan yang selama bertahun-tahun mereka cari dan mereka perjuangkan. Kepergian mereka sebenarnya mengingatkan kita semua yang hadir ditempat ini untuk bersiap diri mengawali langkah hidup menuju Allah, siap menyadari bahwa hakikat diri kita semua berasal dari Allah dan pasti akan kembali kepada Allah (Innaa Lillahi Wa Innaa lIaihi Raa Ji'uun).

Agar kita berhasil mengarungi bahtera kehidupan di alam yang fana ini. marilah sejenak kita telusuri teladan sunnah Nabiyullah Ibrahim yang hanif---di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang kini telah banyak mengalami pergeseran tata nilai. bebas dan lepas dari nilai-nilai ilahiyyah dan nilai¬nilai kemanusiaan yang sejati.Lihatlah bagaimana Nabiyullah Ibrahim 'alaihissalam telah berhasil menata dirinya menjadi Nabi dan Rasul dengan gelar khalilullah (kekasih Allah),berhasil menempatkan

dirinya sebagai bapak ideal bagi anak-anaknya. bahkan ia berhasil memposisikan dirinya menjadi suami teladan dan dambaan setiap isteri shalehah yang mendampingi hidup dan kehidupannya dalam bahtera kehidupan rumah tangga sakinah, mawaddah, dan rahmah, silih asah. silih asih. silih asuh, sareundeuk saigel sabobot sapihanean---tiis ceuli he rang panon.

Lihat pula bagaimana generasi berikutnya telah berhasil mewarisi gelar kenabian dan kerasulan yang merupakan lambang bagi lahirnya tatanan masyarakat penuh kasih dan sayang. penuh peradaban. penuh contoh dan keteladanan.

Ada 3 (tiga) pelajaran mendasar yang selayaknya kita jadikan contoh dan teladan yang selanjutnya mengantarkan Nabiyullah Ibrahim alaihissalam sebagai simbol perubahan bagi masyarkat yang ada di sekelilingnya :

Pertama , Nabiyullah Ibrahim berhasil memposisikan dirinya sebagai 'gambaran dari generasi tua yang bijaksana. gambaran generasi tua yang berhasil menempatkan generasi penerusnya menjadi sahabat dalam menyelesaikan setiap bentuk persoalan,dan pandai menghargai potensi yang tumbuh dalam diri generasi muda.lnilah yang kemudian diabadikan Allah dalam AI-qur'an surat ash-Shaffat ayat 102 :

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: ‘Hai anakku, sesungguhnya akau melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!’ ia menjawab : ‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, inya Allah kamu akan mendapaktiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Melalui ayat di atas kita semua yang hadir disini diingatkan kembali tentang nilai dialog yang diajarkan Nabiyullah Ibrahim dalam membangun kebersamaan dengan anaknya Ismail laihissalam. Nilai dialog adalah kekuatan yang mengantarkan setiap anggota keluarga membangun nilai-nilai kepercayaan satu dengan lainnya. Nilai dialog dengan sendirinnya menjadi bagian dari kekuatan tauhid. Generasi Ibrahim dan Ismail adalah cermin dari generasi tauhid. Generasi yang hanya mengkui bahwa hanya Allah semata yang Maha besar dengan segala kebesaran dan keagungan-Nya. Nabiyullah Ibrahim. karena berhasil menampilkan dirinya menjadi pribadi yang shaleh. maka tidak mengherankan jika dikemudian hari lahir generasi-generasi unggul yang juga mewarisi keshalehan dari sang ayah. Inilah gambaran yang nyata bahwa manakala seorang ayah atau seorang Ibu menginginkan anak-anak mereka menjadi generasi yang shaleh dan shalehah. maka sudah barang tentu mereka pun harus mampu memposisikan dirinya menjadi ayah dan ibu yang shaleh dan shalehah bagi anak-anaknya. Termasuk pula di dalamnya. jika pemimpin di negeri ini menghendaki negeri ini menjadi cermin dari negeri yang penuh berkah. rakyatnya senantiasa ta'at dan tunduk pada aturan hukum yang berlaku. maka sudah pasti kehadiran pemimpin pun harus mampu memposisikan dirinya menjadi gambaran dari pemimpin yang juga tunduk dan patuh pad a aturan hukum yang berlaku.

Kedua, Nabiyullah Ibrahim adalah gambaran ideal dari sebuah generasi yang senantiasa mengedepankan nilai-nilai kesantunan dalam menyampaikan nilai-nilai kebenaran.sekalipun harus berhadapan dengan berbagai bentuk tindakan kekerasan. Allah Swt tuturkan kisah Ibrahim alaihissalam tatkala ia harus berhadapan dengan ayahnya "Azar" sang pembuat patung berhala. penentang ajaran tauhid dalam AI-Qur'an surat Maryam ayat 47-48 :

47. berkata Ibrahim: " Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, akau akan memeintakan ampuna bagimu kepada TuhanKu, sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.

48. dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan akau akan berdoa kepada Tuhaku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku"

Melalui ayat ini kita semua yang hadir diingatkan bahwa sebuah pesan yang mengandung nilai-nilai kebenaran hanya akan menimbulkan malapetaka dan bahkan cibiran. manakala disampaikan dengan tidak santun dan tidak bersandar pada nilai-nilai akhlaqul karimah.lnilah sebuah pelajaran berharga . betapa nilai-nilai Islam telah memberikan didikan serta arahan bagaimana nilai-nilai akhlaqul karimah menjadi bagian utuh dan menyeluruh dalam proses membangun sebuah peradaban . Hancurnya peradaban bangsa besar dimana pun. ternyata selalu diawali oleh adanya sikap dan tingkah laku masyarakat yang telah meninggalkan nilai-nilai akhlaq sebagai kekuatan moral. Lihatlah bagaimana kaum 'ad. tsamud. atau kaum saba yang diabadikan Allah sebagai gambaran dari negeri yang subur makmur. namun kemudian ditimpa bencana mengerikan sebagai akibat dari pelanggaran moral yang mereka kerjakan tanpa merasa bersalah dan berdosa.

Ketiga,Nabiyullah Ibrahim alaihissalam adalah sebuah contoh ideal dari seorang suami teladan yang berhasil membina isteri dan anaknya menjadi gambaran keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah. Inilah bangunan keluarga yang dilandasi nilai-nilai tauhid. Sebuah bang un an yang di dalamnya pondasi aqidah dan akhlaq menjadi inti dan titik awal perjuangan hidup. la lahir bukan dari proses ketergesa¬gesaan, melainkan proses yang sinambung antara seorang ayah sebagai pemimpin dalam keluarga, seorang isteri yang berfungsi sebagai penopang perjuangan suami dan anak sebagai bentuk generasi baru yang siap berjuang dan meneruskan estafet perjuangan ayah dalam membangun generasi masa de pan yang beradab dan bermartabat.demikian indah Allah abadikan karakter Nabiyullah Ibrahim dalam Us Ash-Shaffat ayat 108-111 :

 

108.Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,

 

110. (yaitu)"Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim".

111. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

112. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

 

 

Demikianlah Nabiyullah Ibrahim alaihissalam telah berhasil memposisikan dirinya sebagai ayah yang ideal. ayah yang santun dan bijak di tengah-tengah masyarakat yang penuh perjuangan dan pancaroba. la adalah nabi dan rasul kekasih Allah yang namanya kemudian diabadikan sepanjang zaman dalam proses pelaksanaan ibadah haji. la adalah lambang sebuah ketundukan, lambang sebuah kepatuhan, serta lambang kepasrahan diri kepada Allah---figur seorang pemimpin yang bijak, pembawa kedamaian, penegak kebenaran sejati.

Pamungkas kata, melalui semangat iedul adha tahun ini. marilah kita telusuri kembali jejak risalah perjuangan dan pengorbanan Nabiyullah Ibrahim, Siti Hajar. dan Ismail alaihissalam.di tengah-tengah kehidupan keluarga dan masyarakat yang kian haus akan arti dan makna keteladanan dalam membangun keluarga idaman. Bagi para orang tua yang hadir ditempat ini. marilah kita bersama¬sama memposisikan diri sebagai simbollbrahim-Ibrahim baru di zaman kini. Ibrahim baru yang hadir di tengah-tengah masyarkat yang kian kering dari jiwa dan semangat tauhid serta jiwa solidaritas sosial . Bagi kaum Ibu yang saat ini hadir ditempat ini . berjuanglah memposisikan diri menjadi siti

Hajar di zaman kini. Jadilah Siti Hajar yang dari rahimnya terlahir generasi shaleh setangguh Ismail karena didikan dan tampilnya sosok pendidik sehebat siti Hajar.Jadilah pe1anjut Siti Hajar yang benar¬benar memahami apa arti dan makna peran ibu dalam menjadikan komunitas ke1uarga sebagai basis awal lahirnya kualitas sumber daya manusia yang cerdas. beriman. dan tangguh . Untuk generasi muda dan remaja yang saat ini hadir ditempat ini. munculkan semangat dan kekuatan ismail di zaman kini. Jadilah generasi pendobrak yang memiliki prinsip hidup yang kukuh dijalan taqwa. bukan generasi latah yang menjadi korban situasi dan kondisi. dan bukan generasi yang mudah terombang ambing kemana angin berhembus.Jadilah Ismail baru yang mewarisi semangat tauhid dan keteguhan diri dalam menerima semua titah perintah Allah. sekalipun nyawa adalah taruhannya. Jadilah Ismail yang memiliki karakter santun dan penuh wibawa. di tengah-tenngah pergaulan kaum muda yang mulai kering dari nilai-nilai sopan santun dalam bahasa maupun tutur kata.Semoga momentum ledul Adha tahun ini menjadi refleksi dan semangat dalam membangun lahirnya keluarga dan masyarakat yang bermartabat.Untuk saudara-saudara kita yang tahun ini berkesempatan menjadi tamu undangan Allah. semoga prosesi ibadah haji yang tengah mereka jalani menjadi kilas balik yang menentukan dalam membangun kualitas sumber daya manusia paripurna. baik-fisik maupun mental. sebagai asset terbaik yang dapat disumbangkan bagi pembangunan negeri Indonesia menuju negeri baldatun toyyibatun warabbun ghafur ...

Demikian khutbah ledul Adha yang dapat saya sampaikan.

Pada akhirnya marilah kita panjatkan doa kehadirat Allah Swt diiringi keikhlasan dan ketundukan hati ...

Yaa Allah yaa rahman yaa rahiim

Syukur kami yang tiada terhingga atas segala limpahan nikmat dan karunia yang te1ah Engkau berikan kepada kami. Berikan kepada kami kesanggupan dan kemampuan untuk senantiasa mensyukuri segala nikmat dan karunia yang te1ah Engkau berikan kepada kami.

Yaa Allah Yaa Latief.

Wahai Allah Maha pemilik kelembutan. karuniakanlah kepada kami kelembutan hati untuk senantiasa tunduk dan patuh menjalankan segala titah perintah-Mu serta kesiapan diri untuk menjauhi segala apa yang dilarang-Mu

Yaa Allah Yaa Ghafuururrahiim

Dalam kehidupan ini kami telah banyak melakukan dosa dan kesalahan. baik dosa yang disengaja maupun dosa yang tidak disengaja. Lisan kami sering menyakiti hati isteri kami. menyakiti hati suami kami. menyakiti hati anak-anak kami. menyakiti hati saudara-saudara kami. menyakiti hati tetangga¬tetangga kami. T erutama yaa Rabb. lisan kami seringkali menyakiti hati ayah dan ibunda kami.

Oleh karena itu Wahai zat yang Maha pengampun. ampuni segala dasa dan kesalahan kami.

Berikan kesempatan yang seluas-Iuasnya agar kami kami dapat memperbaiki segala kesalahan dan kekurangan kami dengan meningkatkan prestasi ibadah dan karya amal shaleh dalam seluruh sendi

 

hidup dan kehidupan kami. Ampuni segala dosa dan kesalahan ayah ibunda kami. yang telah berjasa dalam mendewasakan hidup kami. terutama bela dan jasa mereka dalam menanamkan benih-benih iman dalam kehidupan kami. sehingga sampai detik ini kami senantiasa bangga dengan keisalaman kami.Untuk ayah bunda kami yang telah berpulang menghadap-Mu. temp atkan ia pada tempat yang terbaik disisi-Mu. lapangkan alam quburnya. limpahi mereka dengan segenap kasih dan sayang-Mu. curahkan mereka dengan Iimpahan kesenangan dan kebahagiaan, sebagaimana kesenangan dan kebahagiaan yang telah mereka berikan kepada kami. Untuk ayah bunda kami yang masih ada di alam fana ini. limpahi mereka dengan segenap ketenangan dan kesejahteraan di hari-hari tua mereka. sebagaimana ketenangan dan kesejahteraan yang senantiasa mereka berikan hingga dewasa kini.

Yaa Allah Yaa Razzaq

Wahai Allah Maha pemilik rezeki. limpahi keluarga dan rumah tangga kami dengan rezeki yang berkah dan halal sebagai modal hidup kami dalam mencapai ridha dan magfirah-Mu. Tumbuhkan sifat qana'ah dalam kehidupan keluarga dan rumah tangga kami.

Jadikan keluarga dan rumah tangga kami menjadi keluarga dan rumah tangga sakinah. mawaddah dan rahmah. Jadikan anak keturunan kami menjadi anak keturunan yang 'aliman. shalihan. ddan mujahidin.

Jadikan keluarga dan rumah tangga kami menjadi cermin dari keluarga dan rumah tangga yang

senantiasa ta'at dan patuh dalam menjalankan segala titah perintah-Mu ...

 

Oleh : H. Wahyudin, S.Ag.

( staf Pengajar/Pendidik SMP Darul Hikam ) Bandung

Disampaikan dalam khutbah Iedul Adha 1429 H/2008 M

Hari/Tanggal   : Senin, 8 Desember 2008 M < 10 Dzulhijjah 1429 H

Lokasi            : Masjid AI-Hidayah (Ranca Bentang Ciumbuleuit Bandung)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Berita Terkini" Lainnya